MITOS, LEGENDA & CERITA RAKYAT DARI JAWA BARAT
1. Darimana asal kita? Cari tau tentang mitos, legenda dan cerita rakyat asal kita?
Jawab:
• Asal saya dari Jawa Barat.
• Mitos : Gunung salak dan Prabu siliwangi
Gunung yang terletak di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Banyaknya kecelakaan yang terjadi di Gunung Salak, semakin menguatkan mitos bahwa gunung berapi ini angker. Terlebih, sebagian warga setempat ada yang masih percaya bahwa Gunung Salak adalah tempat yang suci, tempat terakhir kemunculan Prabu Siliwangi, raja Padjajaran, kerajaan Hindu terakhir di Jawa Barat.• Legenda : Tangkuban Perahu
Sebuah pura juga dibangun di lereng Gunung Salak. Pura Parahyangan Agung Jagatkarta Tamansari Gunung Salak ini konon dibangun sebagai penghormatan terhadap Prabu Siliwangi dan para prajuritnya yang menghilang di Gunung Salak dan menjelma menjadi macan.
Masyarakat sekitar juga sering menemukan hal-hal gaib di kawasan Gunung Salak ini yang berhubungan dengan Prabu Siliwangi. Sebelum membangun pura ini pada 1995, umat Hindu terlebih dahulu membangun candi dengan patung macan berwarna putih dan hitam. Di lokasi inilah, diyakini Prabu Siliwangi menghilang dan berubah wujud menjadi macan.
Kenapa memilih di lokasi itu dibangun pura? Konon, pada tahun 1981 silam, tempat tersebut dikenal sebagai Batu Menyan. Batu menyan ini setiap harinya mengeluarkan asap. Konon masyarakat sekitar setiap hari melihat cahaya putih, dan sinar terang dari angkasa, kemudian turun ke batu.
Dengan mitos tersebut, tak heran Gunung Salak jadi terkenal angker. Banyak pendaki yang hilang lantaran tersesat. Selama ini, tak sedikit pendaki Gunung Salak mengaku ada yang mendengar gamelan atau pun melihat penampakan-penampakan mahluk halus saat mendaki Gunung Salak. Para pendaki pun disarankan untuk tidak mengucapkan kata-kata kotor atau kasar selama perjalanan. Tujuannya untuk menghindari gangguan 'lelembut' penunggu Gunung Salak.
Dahulu kala di sebuah tanah Pasundan, ada seorang dewi nan cantik jelita tinggal di sebuah gubuk yang letaknya berada di tengah hutan. Dewi itu bernama Dayang Sumbi. Dayang Sumbi tinggal sendirian disana dan hanya ditemani oleh seekor anjingnya yang setia bernama Tumang. Setiap hariia mengerjakan berbagai aktivitas seperti juga menenun kain. Akan tetapi pada suatu hari, salah satu alat tenunnya hilang entah dimana sehingga ia tidak bisa menenun pada hari itu.• Cerita Rakyat : Lutung Kasarung
Lantas Dayang Summbi mencari alatnya agar bisa kembali menyelesaikan pekerjaannya. Dia mencari kesana kemari akan tetapi tetap saja tidak bisa menemukan alat tersebut hingga akhirnya iapun berkata bahwa siapapun yang menemukan alatnya akan dia jadikan suami bila laki-laki dan akan ia jadikan saudara bila ia wanita. Dan ternyata benar saja, saat itu Tumang lah yang berhasil menemukan alat tenunnya itu, dan akhirny aia menikahi Tumang.
Sebenarnya Tumang bukanlah seekor anjing, akan tetapi dia mendapatkan kutukan dari seorang penyihir jahat. Akhirnya perkawinan mereka melahirkan seorang buah hati laki-laki yang sagat lucu dan diberi nama Sangkuriang. Sangkuriang ia didik dengan baik dan akhirnya tumbuh besar menjadi seorang anak yang sangat baik dan berbakti kepada Dayang Sumbi. Akan tetapi Dayang Sumbi tak pernah memberitahu bahwa Tumang adalah ayahnya. Sangkuriang adalah seorang anak laki-laki yangsangat bersemangat dan sangat menyukai perburuan di hutan. Dan semuanya benar-benar berjalan lancar layaknya kehidupan keluarga lain pada umumnya.
Suatu hari Sangkuriang dan Tumang tengah berburu rusa di hutan. Akan tetapi pad ahari itu mereka tidak menemukan rusa satupun. Akan tetapi ia justru bertemu dengan babi hutan. Pada saat itu Sangkuriang menyuruh Tumang untuk memburu dan membunuh babi hutan itu untuknya. Akan tetapi Tumang tidak melakukannya karena babi hutan itu adalah ibu dari Dayang Sumbi yang juga dikutuk oleh penyihir jahat.
Melihat hal tersebut, Sangkuriang menjadi marah dan akhirnya ia membunuh Tuimang dan mengeluarkan hari anjing setianya itu. Sangkuriang pun pulang dan memberikan hati Tumang kepada Dayang Sumbi. Mengetahui bahwa Tumang tidak bersama dengan Sangkuriang, Dayang Sumbi pun menanyakan dimana keberadaan Tumang. Akhirnya Sangkuriang mengakui perbuatannya. Tentu saja hal ini membuat Dayang Sumbi marah dan kecewa hingga akhirnya memukul kepala Sangkuriang dengan batok dan Sangkuriangpun pergi meninggalkan rumah.
Sangkuriang akhirnya tumbuh tanpa ibunya. Ia terus tumbuh menjadi lelaki yang sangat rupawan dan terampil. Suatu hari ia bertemu seorang wanita cantik di tengah hutan dan ia pun langusng jatuh cinta. Ya, wanita itu adalah Dayang Sumbi, ibunya yang merupakan seorang dewi sehingga ia tak bisa menjadi tua. Sangkuriang benar-benar mabuk cinta dan tidak mengenali wajah ibunya, berbeda dengan Dayang Sumbi yang tetap mengetahui bahwa ia adalah anaknya dari luka yang ada di kepalanya. Meskipun demikian Dayang Sumbi tetap berusaha menutupinya. Namun, Sangkuriang kemudian melamar Dayang Sumbi untuk dijadikan istrinya.
Untuk menghindari pernikahan antara mereka, Dayang Sumbi akhirnya meminta Sangkuriang untuk membuatkan danau dan perahu dalam satu malam sebagai hadiah pernikahan. Dan dengan bantuan makhluk gaib, apa yang ia minta benar-benar bisa terlaksana dalam waktu satu malam. Melihat pekerjaan Sangkuriang yang hampir selesai, Dayang Sumbi kemudian mencari cara untuk menggagalkannya, mengetahui niat Dayang Sumbi, akhirnya Sangkuriang marah dan menendang perahu yang ia buat. Dan akhirnya perahu tersebut dikenal denga nama Tangkuban Perahu.
Pada jaman dahulu kala di tatar pasundan ada sebuah kerajaan yang pimpin oleh seorang raja yang bijaksana, beliau dikenal sebagai Prabu Tapak Agung. Prabu Tapa Agung mempunyai dua orang putri cantik yaitu Purbararang dan adiknya Purbasari. Pada saat mendekati akhir hayatnya Prabu Tapak Agung menunjuk Purbasari, putri bungsunya sebagai pengganti. “Aku sudah terlalu tua, saatnya aku turun tahta,” kata Prabu Tapa.
Purbasari memiliki kakak yang bernama Purbararang. Ia tidak setuju adiknya diangkat menggantikan Ayah mereka. “Aku putri Sulung, seharusnya ayahanda memilih aku sebagai penggantinya,” gerutu Purbararang pada tunangannya yang bernama Indrajaya. Kegeramannya yang sudah memuncak membuatnya mempunyai niat mencelakakan adiknya. Ia menemui seorang nenek sihir untuk memanterai Purbasari. Nenek sihir itu memanterai Purbasari sehingga saat itu juga tiba-tiba kulit Purbasari menjadi bertotol-totol hitam. Purbararang jadi punya alasan untuk mengusir adiknya tersebut. “Orang yang dikutuk seperti dia tidak pantas menjadi seorang Ratu !” ujar Purbararang.
Kemudian ia menyuruh seorang Patih untuk mengasingkan Purbasari ke hutan. Sesampai di hutan patih tersebut masih berbaik hati dengan membuatkan sebuah pondok untuk Purbasari. Ia pun menasehati Purbasari, “Tabahlah Tuan Putri. Cobaan ini pasti akan berakhir, Yang Maha Kuasa pasti akan selalu bersama Putri”. “Terima kasih paman”, ujar Purbasari.
Selama di hutan ia mempunyai banyak teman yaitu hewan-hewan yang selalu baik kepadanya. Diantara hewan tersebut ada seekor kera berbulu hitam yang misterius. Tetapi kera tersebut yang paling perhatian kepada Purbasari. Lutung kasarung selalu menggembirakan Purbasari dengan mengambilkan bunga –bunga yang indah serta buah-buahan bersama teman-temannya.
Pada saat malam bulan purnama, Lutung Kasarung bersikap aneh. Ia berjalan ke tempat yang sepi lalu bersemedi. Ia sedang memohon sesuatu kepada Dewata. Ini membuktikan bahwa Lutung Kasarung bukan makhluk biasa. Tidak lama kemudian, tanah di dekat Lutung merekah dan terciptalah sebuah telaga kecil, airnya jernih sekali. Airnya mengandung obat yang sangat harum.
Keesokan harinya Lutung Kasarung menemui Purbasari dan memintanya untuk mandi di telaga tersebut. “Apa manfaatnya bagiku ?”, pikir Purbasari. Tapi ia mau menurutinya. Tak lama setelah ia menceburkan dirinya. Sesuatu terjadi pada kulitnya. Kulitnya menjadi bersih seperti semula dan ia menjadi cantik kembali. Purbasari sangat terkejut dan gembira ketika ia bercermin ditelaga tersebut.
Di istana, Purbararang memutuskan untuk melihat adiknya di hutan. Ia pergi bersama tunangannya dan para pengawal. Ketika sampai di hutan, ia akhirnya bertemu dengan adiknya dan saling berpandangan. Purbararang tak percaya melihat adiknya kembali seperti semula. Purbararang tidak mau kehilangan muka, ia mengajak Purbasari adu panjang rambut. “Siapa yang paling panjang rambutnya dialah yang menang !”, kata Purbararang. Awalnya Purbasari tidak mau, tetapi karena terus didesak ia meladeni kakaknya. Ternyata rambut Purbasari lebih panjang.
“Baiklah aku kalah, tapi sekarang ayo kita adu tampan tunangan kita, Ini tunanganku”, kata Purbararang sambil mendekat kepada Indrajaya. Purbasari mulai gelisah dan kebingungan. Akhirnya ia melirik serta menarik tangan Lutung Kasarung. Lutung Kasarung melonjak-lonjak seakan-akan menenangkan Purbasari. Purbararang tertawa terbahak-bahak, “Jadi monyet itu tunanganmu ?”.
Pada saat itu juga Lutung Kasarung segera bersemedi. Tiba-tiba terjadi suatu keajaiban. Lutung Kasarung berubah menjadi seorang Pemuda gagah berwajah sangat tampan, lebih dari Indrajaya. Semua terkejut melihat kejadian itu seraya bersorak gembira. Purbararang akhirnya mengakui kekalahannya dan kesalahannya selama ini. Ia memohon maaf kepada adiknya dan memohon untuk tidak dihukum. Purbasari yang baik hati memaafkan mereka. Setelah kejadian itu akhirnya mereka semua kembali ke Istana.
Purbasari menjadi seorang ratu, didampingi oleh seorang pemuda idamannya. Pemuda yang ternyata selama ini selalu mendampinginya dihutan dalam wujud seekor lutung.
2. Ilmu Pengetahuan Psikologi apa yang membuat anda penasaran dan masuk ke fakultas psikologi dan alasannya?
Jawab:
Saya penasaran dengan Ilmu Psikologi Perkembangan karena setiap orang memiliki kepribadian yang berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya. kepribadian manusia terbentuk sejak lahir berdasarkan pengaruh dari lingkungannya terutama keluarga, yang menyebabkan saya penasaran apa sih yang menyebabkan seseorang memiliki sifat seperti itu dan apa saja yang mempengaruhinya karena pengaruh tersebut membentuk sifat manusia seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan fisik dan mentalnya.